Pimpin Ibadah Minggu GMIM Efata Tambala, GSVL: Jalankan Program Pelayanan Bukan Atas Dasar Tekanan Atau Keinginan Duniawi Melainkan Demi Kemuliaan Nama Tuhan
Bicara pelayanan kepada jemaat, komitmen Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM. Pnt DR Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA, tidak perlu dipertanyakan lagi. Membawa berita kebenaran Firman Tuhan, adalah hal utama bagi GSVL. Dan itu dijalankannya dengan sukacita iman, tanpa mengeluh.
Meski harus berbagi tugas selaku Walikota Manado. Bukan berarti kepercayaan Tuhan Yesus melalui jemaat, mengemban tugas selaku pelayan khusus (penatua) dinomorduakan. Karena kata GSVL, poros hidup manusia harus berlandaskan pada pemberian diri bagi Tuhan. Alasannya sederhana, karena Tuhan manusia bisa bernafas dan menikmati kehidupan.
GSVL merupakan pemimpin yang tidak ingin mencampuradukkan antara kapasitas sebagai kepala pemerintahan dan pelayan Tuhan. Katanya, jangan sekali-kali menjadikan tugas melayani Tuhan demi ambisi atau keinginan pribadi.
Tadi, GSVL memimpin ibadah Minggu Sengsara II bersama jemaat GMIM Efata Tambala Wilayah Tanawangko Satu. Pada khotbahnya GSVL mengupas tuntas mengenai fungsi pelayanan yang bermuara bagi kemuliaan nama Tuhan, bukan ujungnya demi kepentingan pribadi atau sekelompok orang.
GSVL menguraikan bagaimana bersikap sebagai seorang pemimpin pelayan yang takut akan Tuhan, sebagaimana pembacaan Alkitab dalam, Nehemiah 7:61-73.
"Dalam pembacaan ini kita bisa belajar dari Nehemiah mengenai mengurus dan mengatur penatalayanan bagi Tuhan. Pertama Nehemiah merupakan seorang pemimpin yang takut akan Tuhan, itu kunci pokok. Dia sebegitu taat pada Tuhan, sehingga melaksanakan pelayanan efektif dan holistik secara jasmani dan rohani," tutur GSVL.
Kedua, seperti dikhotbahkan GSVL. Nehemiah membangun infrastruktur tembok dan gerbang demi memberikan perlindungan keamanan kepada umat dan masyarakat yang dipimpinnya. Selain dalam rangka memberi rasa aman sekaligus memperlancar tugas-tugasnya mengangkat perekonomian agar umat merasakan kesejahteraan.
"Ketiga, Nehemiah menggunakan hikmat dari Tuhan ketika dia memilih dan menempatkan orang-orang pilihan dalam tugas sesuai dengan potensi masing-masing. Nehemia juga mengatur cara hidup yang taat dan dan tertib, hingga dia menggerakkan seluruh bangsa Israel yang tinggal di Yerusalem untuk rela memberi untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kepentingan dirinya," sebut GSVL.
GSVL kemudian melanjutkan. Pelayanan efektif dan holistik (menyeluruh) jasmani dan rohani yg dilakukan Nehemiah. Sudah dilakukan oleh Yesus Kristus dalam pelayanannya selama di dunia, namun pelayanan Yesus Kristus lebih mengutamakan pelayanan rohani.
"Karena tujuan utama Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mempertegas kemahakuasaan Allah, serta bukti bahwa Allah begitu mengasihi manusia meski telah terjerumus dalam kubangan dosa. Kelahiran hingga kematian Tuhan Yesus merupakan karya luar biasa Allah agar manusia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus," papar GSVL.
GSVL kemudian mengajak Jemaat GMIM Efata Tambala dan seluruh warga GMIM, agar mengikuti teladan pelayanan holistik secara jasmani dan rohani seperti telah dicontohkan oleh Yesus Kristus.
"Mati untuk saya dan saudara Yesus rela. Jadi jangan sampai kematiannya bagi kita sia-sia. Kita masih terus terbawa dengan nafsu duniawi. Mari terus ajarkan teladan Yesus Kristus, dimulai dari keluarga, kemudian jemaat serta masyarakat. Kita mendoakan mereka semua agar diberi kepekaan hati sesuai kehendak Tuhan. Di samping itu rajinlah bekerja demi memenuhi kepentingan jasmani, karena bukankah dalam Alkitab tertulis berdoa dan bekerja," tuturnya.
Di akhir perenungan Firman. GSVL tidak lupa meminta agar seluruh jemaat se-Sinode GMIM untuk senantiasa mendoakan pemimpin pemerintah yang ada, Badan Pekerja Majelis Sinode, wilayah hingga jemaat. Karena menurut GSVL dengan doa, kebenaran Firman Tuhan akan terus tumbuh dan berbuah di hati para pemimpin jemaat dan masyarakat.
"Kita doakan agar para pemimpin pemerintahan, pemimpin jemaat memiliki hati yang takut akan Tuhan. Senantiasa mengedepankan hikmat Allah, terlebih saat membuat kebijakan dalam memilih serta menempatkan orang dalam tugas sesuai keahlian dan kemampuan yang dimiliki. Kiranya para pemimpin kita khususnya di lingkup GMIM mampu merumuskan serta menjalankan program demi puji dan kemuliaan nama Tuhan. Bukan berdasar atas tekanan untuk kepentingan individu dan kelompok, karena ingat apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yesus ketika kelak Dia datang kembali. Amin Firman Tuhan," demikian GSVL. (JeklyMassie)












Komentar
Posting Komentar